KOMPAS – Jaring Ekspatriat, Mustika Land Bangun Apartemen di Cikarang – 01 September, 2014

1829268mustika780x390

1829268mustika780x390

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada dua hal yang membuat kebutuhan apartemen di wilayah Cikarang, Bekasi, masih sangat tinggi. Pertama, jumlah ekspatriat di Bekasi yang kini mencapai 10.000 orang lebih. Kedua, kebutuhan warga lokal yang memerlukan hunian vertikal yang eksklusif.

Demikian dikatakan Direktur Utama PT Menara Pelangi David Sudjana, terkait pembangunan Mustika Golf Residence (MGR) di kawasan Jalan Arifin C Noor, Kavling A.3A, Jababeka City, Cikarang. Proses pembangunannya baru memasuki tahap pemasangan tiang pancang pertama, Sabtu (30/8/2014).

“Permintaan masih cukup tinggi, terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspatriat. Pasokan yang ada saat ini masih dirasakan kurang untuk kawasan Bekasi,” kata David.

Menara Pelangi adalah anak perusahaan pengembang PT Mustika Land Group. Perusahaan tersebut berencana mulai membangun proyek hunian vertikal itu di atas lahan 4.800m2 milik Jababeka. Lahan itu dibelinya seharga Rp 5 – Rp 6 juta m2 pada 2012 lalu.

David mengatakan, apartemen tersebut akan terintegrasi dengan kawasan bisnis, komersial dan residensial. Bahkan, keuntungan kawasan ini semakin lengkap dengan dekatnya ke Plaza Indonesia Jababeka dan diapit 4 pintu tol Jakarta-Cikampek yaitu KM 29, KM 31.7 (Cikarang Barat), KM 34.7 (Cibatu) serta KM 37 (Cikarang Pusat).

David mengaku optimistis MGR akan dapat memenuhi konsumen. Menurutnya, komposisi konsumen terdiri dari 40 warga Jakarta, Cikarang dan Karawang, sedangkan 30 persen sisanya adalah ekspatriat asal Korea, Jepang dan negara Asia yang bekerja di kawasan Cikarang.

“Dari total unit yang telah kami rilis ke pasar, sampai saat ini setengahnya sudah terjual. Bahkan sudah ada beberapa kali kenaikan harga, dengan potensi capital gain 30 persen¬† per tahunnya,” katanya.

Dibangun 15 lantai dan terdiri dari 550 unit, Menara Pelangi membenamkan nilai investasinya hingga Rp25 miliar pada tanah dan Rp180 miliar pada konstruksi bangunan. David mengatakan, apartemen tersebut dipasarkan mulai harga dari Rp400 juta. Pihaknya sudah menunjuk perusahaan properti sekaligus konsultan terkemuka dunia, Colliers International sebagai pengelolanya.

Adapun saat ini perusahaan induk Menara Pelangi, PT Mustika Land, saat ini telah mengelola aset kurang lebih 3 juta m2 lahan dengan capaian pembangunan 20.000 rumah dan proyek komersial tersebar di kawasan Jabodetabek. Ke depan Mustika Land berencana melebarkan sayap usahanya dengan pengembangan properti baru di kawasan Bekasi, Bali, serta Jakarta Selatan.

 


View Original Article